Selasa, 29 September 2009
Jumat, 25 September 2009
Pemekaran Kecamatan
| Warta - Sumut |
| Pemekaran wilayah kecamatan yang diusulkan Bupati Tobasa Sintua Drs Monang Sitorus, SH.MBA kepada DPRD Tobasa terancam batal karena terbentur ketentuan peraturan yang sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2008 tentang kecamatan. BALIGE, WASPADA Online Pemekaran wilayah kecamatan yang diusulkan Bupati Tobasa Sintua Drs Monang Sitorus, SH.MBA kepada DPRD Tobasa terancam batal karena terbentur ketentuan peraturan yang sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2008 tentang kecamatan. Bupati Tobasa mengusulkan pemekaran wilayah 2 kecamatan yang diberi nama Kecamatan Bona Tua Lunasi (hasil pemekaran Kecamatan Lumbanjulu) dan Kecamatan Parmaksian (hasil pemekaran Kecamatan Porsea). Untuk Kecamatan Bona Tua Lunasi mencakup 6 wilayah pedesaan yakni, Desa Sibadihon, Desa Nagatimbul,Desa Harungguan, Desa Lumbanlobu, Desa Sinarsabungan dan Desa Sihiong. Sedangkan Kecamatan Parmaksian meliputi 5 wilayah pedesaan yang di antaranya Desa Pangombusan, Desa Siantar Utara, Desa Tangga Batu I,Desa Banjar Ganjang dan Desa Lumban Sitorus. Pembahasan untuk pembentukan kecamatan baru terancam batal karena berdasarkan ketentuan PP No.19 Tahun 2008 yang diatur pada pasal 6 ayat 1 disebutkan cakupan wilayah pembentukan kecamatan paling sedikit mencakup sebanyak 10 wilayah desa atau kelurahan. Kemungkinan persyaratan yang paling memberatkan untuk dipenuhi dalam usulan pembentukan kecamatan baru sesuai PP No.19 Tahun 2008, terletak pada pasal 4 terutama ayat 5 karena disana haru ada tertera rekomendasi dari pejabat gubernur setempat. Ketua Komisi I DPRD Tobasa Bidang Pemerintahan Sabar Silalahi, SH menjawab Waspada kemarin mengatakan, usulan pembentukan 2 kecamatan baru masih dalam pembahasan tim panitia khusus (pansus) dewan, jadi sekarang hendak dilakukan penelitian ke lapangan langsung atas kebenaran usulan masyarakat setempat. (a33) diedit dari waspada.co.id, tanggal 25 September 2009 pukul 00.23 WIB |
Rabu, 23 September 2009
Inisiasi Pembentukan PNS
Beberapa hari yang lalu, tepatnya 21 September 2009 bertempat di rumah Lae Bekson Butarbutar kami sepakat untuk membentuk suatu Ikatan Persaudaraan anak rantau yang saat itu kami sebut namanya Parsadaan Naposo Sihiong. Hal yang melatar belakangi terbentuknya ikatan ini adalah:
1. Mengingat sudah banyak perantau asal Sihiong yang berdomisili di di Jawa khususnya daerah Jabodetabek
2. Untuk membentuk dan meningkatkan hubungan kekeluargaan
3. Untuk menjalin tali silaturahmi melalui kegiatan-kegiatan rutin yang akan dijadwalkan kemudian
4. Membantu anak-anak rantau yang jika ternyata mengalami kesulitan
Saat itu yang hadir hanya 4 orang yaitu:
1. Mekar Sinurat
2. Beriman Sitorus
3. Jaya Sinurat
4. Arco Sitorus
Walaupun sudah sempat tertunda 2 kali pelaksaan pertemuan untuk membicarakan inisiasi terbentuknya ikatan ini, namun tidak menyurutkan langkah. Justru kami semakin termotivasi apalagi setelah mendengarkan arahan dan bimbingan yang diberikan oleh Lae Bekson. Sungguh sangat terpukul Orang Sihiong ketika masa-masa lampau ada kejadian yang menimpa saudaranya namun tidak ada sedikitpun upaya yang bisa dilakukan. Padahal jumlah perantau sudah lumayan banyak juga saat itu, namun karena tidak ada ikatannya maka tidak ada suatu gerakan yang bisa menuntut dan mengangkat permasalahan ini ke jalur hukum. Sungguh suatu kejadian tragis dan mudah-mudahan kejadian itu tidak berulang lagi.
Setelah berbincang beberapa saat maka kami pun merumuskan Kordinator sementara untuk pembentukan PARSADAAN NAPOSO SIHIONG ini, antara lain
1. Ketua Umum : Mekar Sinurat
2. Kordinator Jakpus : Inrah Manurung
3. Kordinator Jakbar dan Bekasi : Andri Butarbutar
4. Kordinator Jaktim : Beriman Sitorus
5. Kordinator Jakut : Anto Butarbutar
6. Koordinator Jaksel dan Cibubur : Arco Sitorus
7. Kordinator Karawang-Cikarang : Jaya Sinurat
8. Kordinator Bandung : Mekar Sinurat
9. Kordinator Serang dan Banten : Rinto Butarbutar
10. Kordinator Tangerang : Medio Butarbutar
Kami juga mengadakan pendataan anak-anak rantau Sihiong yang berada di Jawa saat ini, dan beberapa diantaranya yang bisa kami temukan adalah:
1. Charles Sinurat
2. Franky Butarbutar
3. Jennefer Sitorus
4. Anto Butarbutar
5. Rinto Butarbutar
6. Mariana Butarbutar
7. Adi Butarbutar
8. Daniel Sitorus
9. Jafen Sitorus
10. Jhonson Butarbutar
11. Medio Butarbutar
12. Ernata Butarbutar
13. Ratna Butarbutar
14. Simson
15. Apriyani Sumedang
16. Holmes Butarbutar
17. Arman Butarbutar
18. Inrah Manurung
19. Indra Sitorus
20. Jefri Butarbutar
21. Nuraini Sitorus
22. Rahel
23. Ucok
24. Advent Darwin
25. Juanda Sinurat
26. Rita Butarbutar
27. Epina Sitorus
Setelah itu tugas setiap Kordinator daerah yang akan mengembangkan pendataan anggota agar Parasadaan ini semakin besar dan berkembang di kemudian hari. Rencana untuk pertemuan selanjutnya adalah pada tanggal 25 Oktober atau 8 November. Semoga saja pertemuan mendatang jumlah anggota yang hadir lebih banyak lagi..
